Militer AS sedang merancang strategi ofensif dengan mengerahkan bunker buster dari Diego Garcia untuk menghadapi ancaman fasilitas nuklir Iran, terutama Fordow. Pemusatan kekuatan AS di Samudra Hindia dan keberadaan pusat nuklir bawah tanah Iran menimbulkan eskalasi ketegangan regional.
Fordow Jadi Sasaran Utama Serangan AS ke Iran
Iran membangun fasilitas pengayaan uranium Fordow jauh di bawah gunung sedalam 60 hingga 80 meter. Iran secara strategis memperkuat lokasi tersebut agar tahan terhadap serangan. Para analis menilai, Israel tak mampu menghancurkan Fordow tanpa bantuan bom bunker buster dari militer AS.
Militer AS Persiapkan GBU‑57: Bunker Buster Pemecah Beton Terkokoh
Militer AS merancang GBU‑57 Massive Ordnance Penetrator (MOP), bom seberat 30.000 pon, untuk menembus fasilitas bunker seperti Fordow. GBU‑57 dapat menembus 60 meter tanah atau 18 meter beton bertulang. AS mengandalkan B‑2 Spirit, satu-satunya pesawat yang bisa membawa senjata ini.
Saat ini, AS sudah mengerahkan B‑2 ke Diego Garcia, pangkalan strategis AS–Inggris yang berlokasi pada Samudra Hindia. Lokasi ini memberi AS keunggulan menjangkau target global, termasuk target di Iran jika Inggris menyetujui.
Trump Pertimbangkan Serangan: AS Siapkan Skenario Militer Serius
Menurut Media AS Pemerintah Amerika Serikat melaporkan telah memberi Trump waktu dua minggu untuk memutuskan apakah akan meluncurkan serangan ke fasilitas nuklir Iran. Militer AS sudah mengirim kapal induk USS Nimitz dan beberapa kapal perusak ke wilayah Timur Tengah untuk memperkuat posisi tawar dan memperlihatkan kekuatan.
Rencana Operasi: Misi Serangan ke Fordow Melibatkan Banyak Elemen
Militer AS merancang misi kompleks untuk menyerang Fordow. Pilot akan menerbangkan B-2 yang berlokasi di Pangkalan Whiteman. Jet siluman F‑35, pesawat pengisi bahan bakar udara, unit intelijen sinyal, dan elemen pendukung lain akan memperkuat operasi.
AS tidak sekadar menyerang, tetapi menyusun satu strategi militer menyeluruh untuk menetralkan program nuklir Iran.
Diplomasi Eropa Mandek, Militer AS Ambil Alih Inisiatif
Para pengamat mengungkapkan bahwa diplomasi Eropa di Jenewa mengalami kebuntuan. Sementara itu, Trump tetap bersikeras untuk tidak berkompromi, terutama dalam mendukung Israel dan menghancurkan fasilitas nuklir Fordow.
Dengan kondisi ini, AS mulai mengambil alih inisiatif dan mempercepat opsi militer.
Serangan Bunker Buster Bisa Bekukan Program Nuklir Iran 10 Tahun
Jika AS berhasil melancarkan serangan bunker buster, program nuklir Iran diperkirakan akan lumpuh selama 10 tahun. Namun, jika misi gagal, Israel bisa bertindak sendiri atau Iran memperkuat pertahanan bawah tanah. Iran bahkan bisa membalas dengan menyerang Diego Garcia, yang berpotensi memicu perang regional.
Strategi AS: B‑2 dan GBU‑57 Jadi Satu-Satunya Pilihan Serangan
Hingga kini, pihak militer Amerika Serikat menyebut kombinasi B‑2 dan GBU‑57 dari Diego Garcia sebagai satu-satunya opsi serangan langsung terhadap Fordow. Trump belum membuat keputusan final, tetapi tekanan politik dan strategi militer terus meningkat.
Serangan ke Fordow Bisa Ubah Peta Politik Timur Tengah
Fordow menjadi pusat perhatian karena kekuatan dan kedalaman infrastrukturnya. Jika Trump memberi lampu hijau, Amerika Serikat kemungkinan besar akan meluncurkan operasi militer dengan risiko tinggi.
Serangan ini bukan sekadar unjuk kekuatan militer, tapi penentuan arah kebijakan global Amerika Serikat dalam menghadapi ancaman nuklir Iran.
